Selasa, 29 Mei 2012




The Ten Commandments


  1. You shall have no other gods before Me.
  2. You shall not make idols or bow down to them, nor serve them.
  3. You shall not use the name of the Lord your God disrespectfully.
  4. Remember the Sabbath day, to keep it holy.
  5. Honor your father and your mother.
  6. You shall not murder.
  7. You shall not commit adultery.
  8. You shall not steal.
  9. You shall not lie about your neighbor.
  10. You shall not lust for your neighbor’s house, or his wife, or any thing that is your neighbor’s.




    sumber http://christiananswers.net/godstory/commandments1.html

Jumat, 18 Mei 2012

Peranan Roh Kudus dalam Doa


Peranan Roh Kudus dalam Doa
1 Korintus 14:15

Doa merupakan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang Kristen. Karena, orang-orang percaya yang memiliki iman sejati menyadari bahwa mereka pada dasarnya adalah manusia yang tidak berdaya, lemah, dan miskin di hadapan Allah. Mereka juga tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Mereka perlu menyadari bahwa apa yang mereka butuhkan berada di dalam Allah dan Tuhan Yesus Kristus, bukan di dalam diri mereka sendiri. Karena semua yang kita butuhkan ada di dalam Kristus, maka orang Kristen seharusnya mencari dan memintanya di dalam doa kepada Allah. Tidak meminta di dalam doa kepada Allah berarti sama dengan orang yang mengabaikan harta terpendam yang ia miliki.
Doa itu sendiri adalah suatu persekutuan antara manusia dan Tuhan untuk memohon agar apa yang Tuhan telah janjikan dapat terpenuhi di dalam kehidupan orang percaya.

Mengapa berdoa
Karena semua yang kita butuhkan ada didalam kristus, maka orang kristen seharusnya mencari dan memintanya di dalam doa kepada Allah. Tidak meminta dalam doa kepada Allah berarti sama dengan orang yang mengabaikan harta yang terpendam yang ia miliki.
Menurut Calvin
Doa merupakan suatu persekutuan akrab, bahkan suatu percakapan antara manusia dan Tuhan, yang melibatkan dua pribadi yang memiliki perasaan dan hati. Karena itu doa bagi orang percaya adalah suatu emosi dari dalam hati yang dituangkan dan diungkapkan di hadapan Allah. Doa bukan suatu tindakan yang dilakukan tanpa perasaan hati dan emosi.
Mungkin ada orang-orang yang mengatakan bahwa doa tidak berguna karena allah sudah mengetahui apa kebutuhan kita, lagi pula Allah adalah Allah yang baik. Ia pasti akan mencukupkan segala kebutuhan kita tanpa kita bedoa.
Doa merupakan suatu perintah Allah untuk kebaikan kita sendiri yaitu untuk melatih iman percaya kita  agar tidak menjadi malas dan lemah.
Ada beberapa alasan mengapa kita perlu berdoa.
1.      Doa membakar hati kita dengan kemauan untuk mencari, mengasihi dan melayani Allah serta mencari pertolonganya di kala kita membutuhkannya.
2.      Doa melatih kita untuk membuka rahasia dan keinginan hati kita kepada Allah tanpa merasa malu.
3.      Doa melatih kita untuk mensyukuri apa yang sudah kita terima dari Allah.
didalam doa hati kita datang dengan pengucapan syukur dan terima kasih karena semua yang kita terima berasal dari Allah.
4.      Doa membimbing kita untuk merenungkan kebaikan Allah karena ia telah menjawab doa kita.
5.      Doa menghasilakn sukacita yang lebih besar karena Hal-hal yang kita terima melalui doa
6.      Doa berfungsi sebagai konfirmasi yang bersifat pribadi terhadap pemeliharaan Allah, bahwa Allah adalah Allah yang tidak pernah gagal menolong kita.


Aturan-aturan agar orang-orang percaya dapat berdoa dengan benar.
1.      Doa harus diarahkan kepada Allah dengan sikap hormat.
orang yang berdoa harus mengatur pikiran dan hatinya agar bersifat hormat .
2.      Doa yang harus dipanjatkan haruslah doa yang keluar dari perasaan kebutuhan yang sungguh-sungguh dan dengan rasa penyesalan. Doa yang tidak sungguh dan tulus merupakan suatu penghujatan kepada Allah.
3.      Doa harus dipanjatkan dengan rendah hati.
kemulian dan keyakinan diri sendiri harus yang dibuang, semua kemulian ditujukan kepada Allah.
4.      Doa yang dipanjatkan dengan rendah hati tersebut harus juga disertai dengan keyakinan bahwa doa kita akan dijawab.

Doa – doa orang percaya dijawab hanya melalui pengampunan Allah bukan karena sesuai dengan aturan-aturan tersebut. Sebab seringkali doa-doa yang dinaikan tidak sesui denga peraturan tersebut. Tetapi Allah menjawab karena belas kasihan dan pengampunannya.

Roh kudus sebagai inisiator dalam doa.
orang-orang tidak percaya dan tidak beriman mungkin saja berdoa memohon pertolongan dan pembebasan. Tetapi doa-doa mereka merupakan penghujatan kepada Allah. Harus diakui bahwa kadangkala doa-doa mereka dijawab oleh Allah meskipun doa-doa tersebut tidak keluar dari iman kepada Allah yang benar. Namun baginya hal ini merupakan kasus khusus dan tidak dapat dijadikan hukum. Menurutnya, Allah mau menjawab doa-doa tersebut karena Ia berbelas kasihan kepada mereka sebagai orang-orang berdosa. Lagi pula, ada perbedaan antara orang-orang yang tidak beriman tersebut dan orang-orang percaya yang dibimbing oleh iman dan pengertiannya akan kebaikan Allah.
Doa yang benar adalah doa yang lahir dari iman kepada Allah yang benar. Doa yang benar dan sejati bukan hanya sekadar mengangkat suara tetapi merupakan suatu permohonan yang keluar dari prinsip iman yang benar. Berdoa dengan benar lahir dari iman dan iman yang benar lahir dari firman Tuhan. [Rom 10:14, 17].”
Dengan demikian, hanya orang-orang percayalah yang dapat berdoa kepada Allah dan menerima berkat dari Allah, Di sinilah peran Roh Kudus diperlukan. Manusia tidak mampu menciptakan iman untuk dirinya sendiri. Roh Kudus yang menciptakan iman di dalam kehidupan orang percaya tersebut. Jadi, Roh Kuduslah yang memungkinkan manusia untuk berdoa kepada Allah.
Jika kita bandingkan dengan karya Kristus di dalam doa maka dapat dikatakan bahwa Kristus, dengan karya penebusan-Nya, membuka jalan untuk kita berdoa sedangkan Roh Kudus memampukan kita berjalan di jalan doa tersebut. Selain menciptakan iman di dalam diri orang percaya, Roh Kudus, yang adalah Roh Adopsi, bersaksi kepada orang percaya bahwa mereka adalah anak-anak Allah.
Kesaksian Roh Kudus ini penting karena bagi Calvin, orang percaya tidak mungkin bisa berdoa dengan benar jika didalam hati dan pikiran mereka tidak diyakinkan bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Orang percaya sendiri tidak dapat menghasilkan keyakinan tersebut karena selalu terjadi kegelisahan dan ketidakpastian di dalam pikiran mereka. Roh Kuduslah yang memberikan jaminan ke dalam roh dan pikiran orang-orang percaya tersebut bahwa mereka telah menjadi anak-anak Allah.
Tanpa kesaksian Roh Kudus orang-orang percaya tidak memiliki keyakinan tersebut. Ketika Roh Kudus bersaksi kepada kita bahwa kita adalah anak-anak Allah, pada saat yang bersamaan Ia memberikan kepada kita suatu keberanian untuk memanggil Allah, Bapa kita. Oleh karena itu, kita berdoa kepada Allah, Bapa kita, dengan berani dan dapat berdoa dengan benar.
Roh kudus sebagai penolong kita dalam doa.
Menurut Calvin, sebagai orang percaya kita adalah manusia yang lemah. Ada banyak kejahatan di luar kita yang dapat mengancam kita. Di samping itu, kita juga memiliki banyak beban penderitaan. Semua ini memang dapat menghalangi kita berdoa dengan sempurna dan baik. Pikiran kita dapat tertutup oleh kegelapan sehingga tidak dapat meminta apa yang bijaksana dan pantas kepada Allah. Pikiran-pikiran kita dibingungkan dan diganggu oleh kesulitan-kesulitan kita bahkan oleh kejahatan-kejahatan kita sendiri.

Bukan hanya pikiran, tetapi keinginan hati atau emosi kita juga dapat salah dan tidak mengikuti perintah-perintah Tuhan. Sehingga, apabila kita berdoa dengan mengikuti keinginan hati kita semata-mata, maka kita tidak dapat berdoa dengan benar. Jika kita menjadikan keinginan hati membimbing doa-doa kita maka kita menjadikan Allah sebagai alat kejahatan kita daripada menjadikan Dia sebagai hakim

Allah mengutus Roh Kudus untuk menolong kita berdoa dengan benar dan mengangkat beban-beban kita. Ia adalah Rekan di dalam menanggung beban-beban kita. Ia juga menolong kita dengan cara memberi tahu apa yang benar dan mengontrol emosi kita. Setidaktidaknya, di sini ada tiga peran Roh Kudus di dalam doa.

Pertama, Roh Kudus mengajar pikiran kita apa yang seharusnya kita minta di dalam doa. Di sini peranan Roh Kudus dibandingkan dengan peranan-Nya di dalam memberikan pencerahan kepada kita untuk memahami Alkitab. Roh Kudus memberi kita pengertian tentang apa yang seharusnya boleh dan layak kita doakan, serta bagaimana seharusnya kita berdoa. Karena itu, kita seharusnya tidak terburu-buru membuka mulut untuk berdoa sampai Roh Kudus mengajar kita bagaimana berdoa.

Kedua, Roh Kudus menggerakkan hati kita untuk berdoa. Roh Kudus bukan hanya memberikan pengertian yang benar kepada kita tetapi Ia juga mendorong hati kita untuk mau berdoa. Keinginan mula-mula untuk berdoa pun berasal dari Roh Kudus; doa sebenarnya merupakan buah sulung Roh Kudus di dalam diri kita. Bahkan ketika kita berdoa meminta agar Roh Kudus datang memenuhi kita, inipun terjadi karena kita telah memiliki Roh Kudus. Di sini kita melihat bahwa Roh Kudus membimbing hati dan pikiran kita agar dapat berdoa dengan benar. Roh Kudus inilah yang kemudian menimbulkan di dalam diri kita keyakinan, keinginan, dan keluh kesah kepada Allah. Keluhan-keluhan yang diucapkan di bawah pimpinan Roh Kudus inilah yang disebut keluhan yang tak terucapkan (Rm. 8:26)

Di samping kedua peran tersebut, ada peran yang ketiga, yaitu Ia mengilhami doa-doa kita dengan kesungguhan dan ketekunan. Kesungguhan dan ketekunan untuk berdoa merupakan ciri-ciri dari doa-doa Kristen. Roh Kuduslah yang mempengaruhi hati kita dengan kesungguhan dan ketekunan sehingga doa-doa kita sampai ke surga. Bagi Calvin doa-doa yang digerakkan oleh Roh Kudus akan didengar oleh Allah karena Allah mengenali keinginan-keinginan kita di dalam doa sebagai keinginan yang berasal dari Roh-Nya sendiri.

Roh Kudus akan membimbing pendoa-pendoa tersebut agar berdoa sesuai dengan kehendak Allah. Doa seperti ini akan didengar Allah dan tidak akan dikecewakan oleh Allah. Kendati demikian, bukan berarti kita hanya menunggu gerakan dan dorongan Roh Kudus untuk berdoa, sehingga tidak diperlukan usaha dan upaya manusia lalu kita dapat bermalas-malasan berdoa. Bagi Calvin justru seharusnya kita berdoa memohon agar Roh Kudus menolong kita berdoa. Dorongan Roh Kudus tidak meniadakan upaya manusia karena di dalam hal ini iman kita teruji, apakah iman kita sungguh-sungguh dapat menggerakan hati kita.
Kesimpulan
Roh Kuduslah yang melahirkan pendoa-pendoa melalui iman yang diciptakan-Nya di dalam diri manusia. Roh Kudus juga yang memberikan keyakinan bagi orang-orang percaya untuk menghampiri Allah sebagai Bapa mereka.
Selain itu, di dalam doa Roh Kudus menolong orang-orang percaya dengan mengajarkan apa yang dapat diminta dan bagaimana mereka memintanya. Ia juga yang menggerakkan hati mereka untuk berdoa, mengeluarkan keluh kesah yang bahkan tidak begitu pahami oleh mereka sendiri, yang disebut sebagai keluh kesah yang tak terucapkan.
Ia pula yang mendorong orang-orang percaya untuk berdoa dengan sungguh-sungguh dan tekun. Namun hal ini tidak boleh membuat kita malas berdoa dan hanya menunggu Roh Kudus menggerakkan kita untuk berdoa. Justru kita harus memohon agar Roh Kudus menolong kita untuk berdoa. Lagi pula, di dalam doa ini akan teruji apakah iman kita adalah iman yang sejati atau bukan.

my parents